Memasuki usia 7 bulan, bayi mulai memerlukan asupan nutrisi tambahan selain ASI. Ini adalah fase penting di mana bayi belajar mengenal berbagai tekstur dan rasa makanan. Artikel ini akan membahas secara detail tentang jumlah makanan yang ideal untuk bayi 7 bulan, berdasarkan rekomendasi dari berbagai sumber terpercaya.
Pentingnya Nutrisi Tambahan
Di usia 7 bulan, bayi sudah mulai dapat mencerna makanan padat. Ini adalah waktu yang tepat untuk memperkenalkan makanan padat yang kaya nutrisi untuk mendukung tumbuh kembang mereka. ASI atau susu formula masih menjadi sumber nutrisi utama, namun makanan padat akan membantu mereka mengembangkan kemampuan mengunyah dan menelan.
Kebutuhan ASI dan Susu Formula
Meskipun bayi mulai diberi makanan padat, kebutuhan akan ASI atau susu formula tetap tinggi. Bayi 7 bulan memerlukan sekitar 700–950 mililiter ASI dalam waktu 24 jam[1]. Jika bayi mengonsumsi susu formula, frekuensi pemberiannya bisa berkisar antara empat hingga enam kali sehari[2].
Jadwal Makan Bayi 7 Bulan
Bayi 7 bulan idealnya makan tiga kali sehari dengan tambahan dua kali camilan atau makanan ringan. Di sela-sela waktu makan, bayi masih menyusui di pagi hari dan malam hari dengan durasi setiap 3-4 jam sekali[4].
Porsi Makan yang Disarankan
Porsi makan untuk bayi 7 bulan yang disarankan oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) adalah 3 sendok makan atau setengah mangkuk berukuran 250 ml[3]. Namun, porsi ini bisa berbeda tergantung pada berat dan tinggi badan bayi.
Tekstur Makanan yang Sesuai
Tekstur makanan untuk bayi 7 bulan harus lebih padat dibandingkan dengan makanan bayi di bulan-bulan sebelumnya. Ini membantu mereka belajar mengunyah, meskipun mereka mungkin belum memiliki gigi yang tumbuh sempurna.
Ide Menu Makanan Bayi
Berikut adalah beberapa ide menu makanan yang bisa diberikan kepada bayi 7 bulan:
- Kacang polong: Kaya akan vitamin A, C, zat besi, protein, dan kalsium[1].
- Ubi jalar: Sumber vitamin C, E, dan beta-karoten yang baik[1].
- Buah plum: Kaya akan serat alami dan zat besi[1].
Makanan ini tidak hanya mendukung pertumbuhan fisik bayi, tetapi juga perkembangan intelektual dan kreativitas mereka. Dengan memperhatikan jumlah, jadwal, porsi, tekstur, dan variasi menu makanan, Anda dapat membantu bayi Anda tumbuh dan berkembang dengan optimal.